Image of PENYELESAIAIN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH

FIKIH [HUKUM ISLAM]

PENYELESAIAIN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH



Penyelesaian sengketa hakikatnya masuk ranah hukum perjanjian sehingga berlaku asas kebebasan berkontrak (freedom of contract). Artinya para pihak bebas melakukan pilihan hukum dan pilihan forum penyelesaian sengketa yang akan dipakai manakala terjadi sengketa keperdataan di antara mereka. Klausula penyelesaian sengketa ini hampir dapat dikatakan selalu ada dalam kontrak-kontrak bisnis dewasa ini, termasuk dalam kontrak pembiayaan yang dibuat antara pihak nasabah dengan pihak perbankan syariah.
Pasal 55 UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah menegaskan bahwa : (1) Penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama; (2) Dalam hal para pihak telah memperjanjikan penyelesaian sengketa selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan isi Akad; (3) Penyelesain sengketa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak boleh bertentangan dengan Prinsip Syariah. Kemudian dalam penjelasan Pasal 55 ayat (2) ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan "penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan isi Akad" adalah upaya melalui: a. musyawarah, b. mediasi perbankan, c. Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) atau lembaga arbitrase lain, dan/atau d. melaui pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum.


Ketersediaan

#
Perpustakaan Fakultas Syariah 2X4.24 ANS P C.1
FS000612
Currently On Loan (Due on 2018-07-27)

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
2X4.24 ANS P C.1
Penerbit UGM PRESS : YOGYAKARTA.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9794207292
Klasifikasi
2X4.24
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain



Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.